Ketum PBNU : Pernyataan Piagam Madinah Tidak ada penyebutan Kafir Oleh Rosulalloh, Habib Hanif LC. : itu Hoax.

Jum'at, 8 Maret 2019

dilansir dari Faktakini.com, Jakarta - Ketum Front Santri Indonesia (FSI) Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas akhirnya menanggapi ucapan kontroversial dan ngawur Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj,  bahwa Rasulullah SAW Tidak pernah mengucap kata Kafir di madidah atau Piagam Madinah,

Usai menghadiri sebuah acara di Lebak, Banten, Kamis (7/3/2019) malam, saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan  menantu Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Shihab itu membantah keras pernyataan Said Agil dan meminta Said Agil berhenti bikin hoax dan membohongi umat Islam.

Dengan tegas Habib Hanif menyatakan, "Saya ingatkan, bapak Kyai Said Agil Siradz jangan bikin hoax! Statementnya yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengucapkan kata kafir di Madinah itu  adalah bohong, dusta, palsu!. Kenapa saya menyatakan demikian, karena jelas-jelas di Piagam Madinah Rasulullah SAW menyatakan

١٤. ولا يقتل مؤمن مؤمنا فى كافر ولا ينصر كافرا على مؤمن.

Artinya: Pasal 14 Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran membunuh orang kafir. Tidak boleh pula orang beriman membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman."
.
selanjutnya Habib Hanif melanjutkan, "Jadi Rasulullah jelas nyebut kok kata kafir di Piagam Madinah. Jadi saya ingatkan Kyai Said Agil, bertobatlah kepada Allah, jangan bikin hoax! Rasulullah SAW mengucapkan kata kafir kok di Madinah kok dibilang gak pernah, itu baru di Piagam Madinah belum di yang lain-lainnya."

Lalu Habib Hanif menasihati Said Agil Siradz, "Tolong ngaji lagi, ngaji lagi sama Ulama yang istiqomah, jangan sampai terulang seperti itu, jangan bikin hoax, jangan bohongi umat Islam!", tegas beliau.

Video pernyataan Habib Hanif itu silahkan lihat di:



Said Aqil Sirdz dengan Habib Hanif Alathos, Lc. Soal pernyataan Nabi Muhammad SAW tidak sebut Kafir saat di Madinah, ini jawaban cerdas Habib Hanif Alathos, Lc.
https://youtu.be/eJ92boim9Ig

Baca Juga :



Sebelumnya, Said Agil Siradz memberi alasan bahwa penghapusan penyebutan 'kafir' kepada warga negara Indonesia non-muslim, yang diputuskan dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU, merujuk pada sejarah Nabi Muhammad saat hijrah ke Kota Madinah.

"Dalam sistem kewarganegaraan pada suatu negara bangsa tidak dikenal istilah kafir. Maka setiap warga negara memiliki kedudukan dan hak yang sama di mata konstitusi," kata Said Aqil dalam sambutan di acara penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat, 1 Maret 2019.

Said Aqil mengklaim istilah kafir berlaku ketika Nabi Muhammad masih berada di Kota Makkah dan belum pindah ke Madinah. Saat itu label 'kafir' ditujukan untuk menyebut orang-orang yang menyembah berhala dan tidak memiliki kitab suci dan agama yang benar. "Tapi setelah Nabi Muhammad hijrah ke kota Madinah tidak ada istilah kafir untuk warga Madinah."

Demikian pernyataan Said Agil Siradz  yang ternyata hanyalah hoax belaka dan telah dibantah oleh Habib Hanif Alatas. tapi aturan itu sudah di berlakuka oleh pemerintah RI dan akan menindak siapa saja yang menggunakan kata kafir " saya akan Tabok Mereka yang bilang kafir" ucapan itu pernah keluar dari salah satu aparat Hukum negara. ucapan itu semata tidak akan terucap kalau mereka aparatur hukum tidak mempunyai dasar hukum yang disahkan Pemrintah. apakah Hukum juga akan Runcing pada Umat muslim yang bersebrangan dengan Penguasa saat ini. Naudzubillah.
tidak ada sangkut paut dengan Perebutan kekuasaan disini, hanya Karena gugahan Iman dan keyakinan yang menjadikan Tulisan ini muncul. ( Admin )


Baca Juga

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketum PBNU : Pernyataan Piagam Madinah Tidak ada penyebutan Kafir Oleh Rosulalloh, Habib Hanif LC. : itu Hoax. "

Post a Comment

dengan senang hati silahka tinggalkan komentar masukan atau kritik yang membangun