Pendapat UAS dan Ustad Adi Hidayat mengenai Pelarangan penyebutan Kafir.


terkait dengan maraknya mengenai Pelarangan penyebutan kafir pada warga Indonesia yang tidak beragama Muslim, menjadikan banyak tokoh agama terutama dari Tokoh agama muslim diantaranya Ustd. Abdul Somad, dan Ustd. Adi Hidayat mengemukakan pandangannya.

Ustadz Abdul Somad Atau UAS mengomentri mengenai pelarangan pnyebutan KAFIR pada orang yang bukan beragama muslim.

Menurutnya istilh kafir sebenarnya sudah ada sejak dari dulu.
"Kalimat dari dulu, jangan panggil kafir, panggil non Muslim, bagaimana nanti baca ayat," katanya.
Ustadz Abdul Somad menyatakan, orang yang memperjuangkan kebenaran melawan batil.
"Ada ucapan orang kafir marah, kalimat dari dulu," katanya.

Menurut Ustadz Abdul Somad, orang yang menonjol dalam keberanian memperjuangkan kebenaran karena ada bengkok ada lurus.
"Ada batil ada haq, ada Musa ada Firaun."

UAS menuturksn bahwa Bahasa Kafir sudah ada sejak dari dulu dari al-Qur’an.
"Apa surahnya nanti jadi
.
Non Muslim dan bunyinya kulya ayuhal non Muslim?" kata UAS.

Surat Alkafirun adalah surat yang paling dikenal antara sekian ayat yang menyebutkan tentang kafir,
Surah itu menjelaskan toleransi dengan kalimat yang sangat lugas dan indah, bagimu agamamu, bagiku agamaku, lakum dinukum waliyadin.

Ustadz Abdul Somad menuturkan, orang kafir sudah ada sejak dulu, bukan baru ada, sekarang.

Bahkan buakan hanya UAS yang berbicara demikian,

Hal senada juga disampaikan Ustadz Adi Hidayat menyatakan, orang-orang kafir adalah orang yang menutup diri.

Awalnya terjadi perdebatan di antara orang Islam dan orang selain Islam, hingga turunnya surah Al Kafiruun itu.

"Makanya, turut Ayat Al Quran. Agak aneh orang sekarang, tidak paham kafir disebut kafir marah-marah, Masya Allah,"  Tutur kata Utd, Adi Hidayat.

Saat kemudian ayat itu turun, kata Ustadz Adi Hidayat, mereka yang disebut kafir tidak marah.
"Kafir itu artinya orang-orang yang menutup diri, Abu Jahal, Abu Lahab, dan abu-abu yang lain tidak marah," ujarnya.

Beberapa reaksi  bermunculan setelah sejumlah orang di Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) sepakat mengganti kata kafir dengan sebutan non Muslim.

Akibatnya, reaksi bermunculan terkait kampanye semua agama itu sama, yang selama ini, di antaranya disampaikan kalangan Jaringan Islam Liberal (JIL).

Sebelumnya bahkan telah tayang sebuah film yang phenomenal yang di perankan oleh Sujiwo Teja. Dengan Film yang berjudul Kafir.

Apa motif sesungguhnya dibalik pelarangan ini semua, bukankah dari dulu juga tidak ada permasalahan.

baca Juga :

👉 Tokoh Agama Selain Muslim Malah Bangga Disebut Kafir. ini Buktinya..

👉 baca Juga berbagai Berita disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendapat UAS dan Ustad Adi Hidayat mengenai Pelarangan penyebutan Kafir."

Post a Comment

dengan senang hati silahka tinggalkan komentar masukan atau kritik yang membangun