Sebutan Kafir atau sebutan Non Muslim mana yang lebih baik ?

Assalamu'alaikum Sobat semua . semoga selalu  dalam lindungan Alloh SWT.
Akhir - akhir ini ramai sekali di media baik FB maupun media yang lainnya. mengenai kata Kafir dan kat Non Muslim, adanya usulan perubahan sebutan pada warga Indonesia yang tidak beraga Islam oleh NU kepada Pemerintah, mendatangkan Perdebatan dan Polemik di Masyarakat, tapi kali ini admintidak akan membahas alasan kenapa NU ingin mengusulakan hal itu,
langsug saja unutk makna Kafir :

1. Kata kafir bukan sesuatu yang asing lagi di telinga umat Islam. Bahkan, baik sadar maupun tidak, hampir setiap hari orang Muslimin pernah melafalkan kata-kata tersebut ketika membaca Al-Qur’an. Pasalnya, istilah kafir sendiri oleh Allah Ta’ala disebut berulang kali di dalam Al-Qur’an. Semua itu untuk mereka  orang-orang yang tidak mau menerima Islam atau mereka yang bukan beragama Muslim.


tetapi ,, akhir-akhir sekarang  ini sebutan kafir oleh sebagian orang dianggap mengandung konotasi negatif, atau lebih parahnya Penghinaan, karena sebutan tersebut terdengar merendahkan atau menyinggung perasaan golongan lain di luar agama Islam. Bahkan dalam acara-acara tertentu, tidak lepas penyebutan kafir terhadap golongan selain Islam sering mendapat kritikan langsung dari pihak-pihak tertentu. Bagi mereka, istilah tersebut lebih baik diganti dengan kata-kata non-Muslim. dan hal ini sudah di lakukan oleh Majlis NU.


ada pendapat dari Ulama Internasional Dr. Dzakir Naik. mengenai Istilah kafir, apakah mengandung Penghinaan atau tidak ?
berikut ulasannya :
.
 Pendapat Dr. Dzakir Naik.  pertanyaan di atas kita harus menelusuri terlebih dahulu definisi kafir itu sendiri. “Secara bahasa kata kafir berarti orang yang ingkar. Kafir berasal dari kata kufr, yang berarti menyembunyikan atau ingkar. Dalam terminologi Islam, kafir berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran Islam dan orang yang menolak Islam. Dalam bahasa Inggris, mereka disebut non-muslim,” jelas Dr Zakir Naik

Bagi Dr. Zakir Naik, mereka yang merasa terhina dengan sebutan tersebut berarti tidak memahami kafir menurut terminologi Islam. Karena kalau dia memahami istilah tersebut, hal itu justru menjadikan dia merasa tidak sama sekali dihinakan. atau tidak ada sama sekali makna Hinaan,

Jika seorang non-Muslim merasa terhina bila disebut kafir, itu karena ia belum paham dengan Islam. Dia harus mencari sumber yang tepat untuk memahami Islam dan terminologi Islam. Dengan memahaminya, ia bukan saja tidak akan merasa terhina, tetapi justru menghargai Islam dalam perspektif yang lebih tepat,” terang Dr Zakir Abdul Karim menuturksn lebih panjang.

Intinya, istilah kafir tidak sama sekali untuk sebutan penghinaan atau menghinakan golongan yang menganut agama lain. Karena dalam perspektif Islam, kata-kata kafir memang digunakan bagi mereka yang tidak mau menerima ajaran Islam. Karena makna di balik istilah itu sendiri adalah  ingkar terhadap dakwah Islam atau ingkar.

Intinya itu adalah Perspektif Umat Muslim urusan umat mulsim, atau istilah orang muslim menyebut saudara se tanah air yang sudah tertera di dalam Alqur'an tepatnya QS. Al-Kafirun dan bukan merupakan Aturan dari sebuah Konstitusi Negara yang tidak perlu di perdebatkan, bahkan ada seorang Bikdu dari Bali menuturkan " silahkan aja itu adalah Persfektif mereka Ajaran Mereka dan mempunyai arti dari bahasa mereka yaitu bahasa Arab. tidak ada sangkut pautnya dengan aturan negera atau Konstitusi Negara, tidak perlu di permasalahkan"


2. Makna Non - Muslim

dilansir dari kompasiana.com
Entahlah kenapa ada perasaan tidak " sreg " gitu di hati kalau membaca istilah non muslim.
Seperti sesuatu yang kurang tepat,karena makna dari non muslim itu sangat multi tafsir.
Namun seringkali bahwa kata non muslim ini diidentikan dengan para penganut agama selain Islam khususnya di Kompasiana ini.

Ada sedikit kekecewaan dalam hati ini,kenapa hanya ada kata non muslim bukankah ini juga menjadi sekat antara kompasianer satu sama lain. Kenapa tidak ada istilah non kristen,non budha,non hindu,non yahudi dan non-non lainnya?
.
Itu kalau memang istilah non muslim hendak dipaksakan untuk penyebutan bagi pemeluk agama selain Islam.

Karena bagi saya pribadi istilah non muslim itu memiliki konotasi yang negatip, dan tentu saya memaknainya sesuai dengan asal katanya.

Penjudi,pezina,pemabuk,koruptor,tukang fitnah dan lain sebagainya itu juga bisa dikategorikan dengan istilah non muslim.

Makanya,ini cuma sekedar saran saja buat saudara,teman sebangsa dan setanah air khususnya di kompasiana ini tak usahlah memakai istilah non muslim bagi pemeluk agama selain Islam.


admin ingin menggaris bawahi dari artikel kompasiana.com yaitu :

Karena bagi saya pribadi istilah non muslim itu memiliki konotasi yang negatip, dan tentu saya memaknainya sesuai dengan asal katanya. 

Penjudi,pezina,pemabuk,koruptor,tukang fitnah dan lain sebagainya itu juga bisa dikategorikan dengan istilah non muslim.

NON MUSLIM artinya NON TIDAK dan MUSLIM selamat kalau di satukan menjadi TIDAK SELAMAT. itu menurut Konotasi saya, sedangkan menurut kontasi Kompasiana.com adalah bisa berkaitan dengan hal yang negatif di luar ajaran MUSLIM yaitu Penjudi,pezina,pemabuk,koruptor,tukang fitnah dan lain sebagainya itu juga bisa dikategorikan dengan istilah non muslim.

Alhasil manakah sebenarnya yang lebih baik atau lebih menghargai antar sesama warga negara Indonesia. bahasa dari Alqur'an kah atau dari Bahasa Inggris. ? itu tergantung kemana anda sekarang berpihak. admin cuma mengulas tuntas bahasa Kafir dan Non Muslim dari seorang Tokoh Muslim dan dari beberapa media yang lain.

sekian untuk artikel kali ini, semoga bermanfaat.
silahkan baca artikel yang lainnya mengenai Muamalah dan Hikmah Muslim di sini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sebutan Kafir atau sebutan Non Muslim mana yang lebih baik ?"

Post a Comment

dengan senang hati silahka tinggalkan komentar masukan atau kritik yang membangun